Rabu, 17 Desember 2008

PIALA DUNIA ANTAR KLUB



Yokohama
- Alex Ferguson tampaknya tak mau berspekulasi menghadapi Gamba Osaka di semifinal. Manajer Manchester United ini telah memilih para pemain berpengalamannya.

Ferguson telah menyiapkan skuadnya guna menghadapi klub tuan rumah Gamba Osaka di Yokohama, Kamis (18/12/2008). Ia pun memastikan bahwa Paul Scholes, Ryan Giggs dan Gary Neville akan menjadi starter dalam pertandingan tersebut.

"Rekor yang mereka punya dengan kami telah berbicara sendiri. Ini dalam situasi pertandingan besar dan pengalaman akan sangat penting," ungkap Ferguson seperti dilansir Reuters.

"Ryan telah melakukannya selama 21 tahun bersama kami, Gary telah 19 tahun dan juga Paul Scholes yang telah 19 tahun dengan kami. Itu luar biasa, betul betul luar biasa," ujarnya.

Meski demikian, kendala memang sempat dirasakan oleh Fergie untuk memainkan skuad utamanya. Dimitar Berbatov dipastikan tak akan main karena penyerang Bulgaria itu sakit akibat terserang virus.

Sementara Wayne Rooney sempat mengalami cedera minor saat latihan namun dia diharapkan bisa fit saat pertandingan. Sedangkan Cristiano Ronaldo sudah dapat dimainkan setelah sempat mengalami cedera panggul.

Rabu, 10 Desember 2008

Mimpi Adalah Awal dari Kesuksesan

Kesuksesan berawal dari sebuah mimpi, mimpi untuk menjadi sukses. Bagaimana mungkin seorang bisa sukses, bila bermimpi sukses saja tidak pernah ia cita-citakan. Mimpi yang tinggi akan melahirkan semangat kerja yang tinggi. Sebagian besar orang besar senang bermimpi, lalu bersungguh-sungguh untuk mewujudkan mimpinya tersebut.

Mimpi yang saya maksud disini bukanlah bunga tidur atau mimpi di siang bolong. Mimpi yang saya maksudkan adalah sebuah ‘himmah’ atau cita-cita yang tinggi menggantung di atas “Arsy. Mimpi yang bisa menembus benteng kokoh, menerjang karang, menyibak badai. Bukan mimpi yang sekedar angan dan khayalan.

Memang, tidak semua pemimpi menjadi orang besar dan sukses, tapi setiap orang besar dan sukses di dunia ini adalah seorang pemimpi. Yusuf ‘alaihis salam menjadi pemimpin di negeri Mesir karena beliau seorang pemimpi dan ahli dalam menerjemahkan mimpi. Beliau menjadi pemimpi bahkan sejak kanak-kanak, “(Ingatlah) ketika Yusuf berkata kepada ayahnya, “Wahai ayahku! Sungguh, aku (bermimpi) melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.” (Al Qur’an Surat Yusuf ayat 4).

Para ahli sejarah memahami, untuk membangun sebuah peradaban dibutuhkan beberapa generasi untuk mewujudkannya, Tetapi Nabi Muhammad SAW mampu membangun sebuah peradaban dan generasi unggul hanya dalam waktu kurang dari seperempat abad. Takdir kejayaan itu berlaku karena beliau sedari awal telah memiliki ‘alhimmah’ atau obsesi yang kuat untuk menjadi sukses.

Kadang seorang pemimpi harus siap untuk menghadapi tembok tinggi berupa hinaan dan cemoohan dari orang lain, bahkan orang-orang dekat yang kita harapkan dukungan darinya juga turut melemahkan dan merendahkan kita. Namun, anggaplah itu semua sebagai cemeti yang akan membuat kita lari semakin kencang untuk mencapai kesuksesan. Dan dikemudian hari orang akan tercengang dengan keberhasilan kita mencapai mimpi padahal awalnya mereka menganggap mimpi kita hanya sebuah khayalan orang malas dan bodoh. Sebuah pepatah mengatakan, “Impian kemarin adalah kenyataan hari ini, dan impian hari ini adalah kenyataan di hari esok.”

Yakinlah ketika seseorang memiliki impian dan cita-cita, maka sesungguhnya orang itu telah melangkah dan mendekat kepada apa yang dia impikan, dan pasti! orang itu akan diberikan kewenangan dan kepantasan oleh Allah untuk mendapatkan apa yang ia cita-citakan. Bukankah Allah mengikuti persangkaan hamba-Nya?

Temand2 Nabi Muhammad SAW pernah berkata pada para sahabatnya bahwa" orang besar itu berawal dari orang yang pemimpi. marilah qita bermimpi bersama2 karena jika kita bukanlah orang yang pemimpi jalanganlah kita berharap menjadi orang yang besar. yuk bermimpi bersama he,,,3X

Menjadi apa Anda dua, tiga, lima tahun kedepan? Itu tergantung mimpi Anda sekarang!

SebuAh Artie darie Kesuksesan

Apa itu Sukses?
Semua orang pernah mengalami, seperti mengalami hari-hari suram, sedih. Begitulah Allah mempergilirkan d_gan penuh perhitungan, sangat pas. Kadang kita manusia yg serba terbatas ini menganggap sesuatu itu tidak adil, tidak proporsional ditimpakan kepada diri kita, sementara banyak orang diluar sana yang sekali lagi menurut pandangan ilmu yang serba terbatas ini, mereka kurang pantas memperoleh sukses atau bahagia itu.

Ada rasa iri, ada rasa yang menyesak di dada tatkala seorang anak manusia menyaksikan sesuatu yang tidak ia miliki. Padahal boleh jadi sesuatu yang ada pada dirinya, yang tentu saja tak lepas sedikitpun dari perhitungan Allah, mungkin hal itu sangat bermanfaat bagi dirinya. Bukankah itu diberikan oleh Allah yang amat menyayangi hambanya, dan sekali lagi, penuh dengan PERHITUNGAN. Allah selalu memberikan yang terbaik untuk manusia. Walaupun hal itu serasa tak adil bagi kita.

Demikian pula dengan kesuksesan. Kadang kita menganggap sukses itu adalah segalanya. Karena diri kita sendiri. Karena kepandaian kita, karena usaha kita, karena perjuangan kita. Padahal disana penuh dengan PERTOLONGAN-Nya sekaligus disana ada ujian yang penuh PERHITUNGAN dari sang perencana yang paling baik.

Sukses bagi seorang hamba, belum tentu sukses bagi yang laen. Karena kesuksesan dari satu orang dengan orang laen pastie tidaklah sama

***

Dari seorang hamba yang baru mengalami kesuksesan yang teramat kecil untuk ukuran seorang penulis besar, dan jauh teramat kecil di hadapan penulis seluruh alam Allah SWT.. Kecil tapi besar bagi seorang yang beberapa kali gagal menembus media online, seperti saya.

Semoga ini jadi kesyukuran yang besar kepada-Nya karena semua tak luput dari PERHITUNGAN dan pertolongan-Nya.

"meskipun demie kian qita seharusnya bersyukur akan nikmat dan racmat yang telah diberikan kepada qita. Sukses t_dakx manusia tu tergantung pada usaha apa yang qita kerjakan dan rasa qonaah yang telah Qita pelajari bersama2 . Alangkah baiknya qita bersyukur akan nikmat dari Allah yang telah kita berikan pada qita"

Orang Pandai Kalah dengan Orang Beruntung. Pengen Bukti?



William James Sidis

Siapakah ia? Mengapa namanya tenggelam dan kurang dikenal walau angka IQnya mencapai kisaran 250–-300?. Keajaiban Sidis diawali ketika dia bisa makan sendiri dengan menggunakan sendok pada usia 8 bulan. Pada usia belum genap 2 tahun, Sidis sudah menjadikan New York Times sebagai teman sarapan paginya. Semenjak saat itu namanya menjadi langganan headline surat kabar : menulis beberapa buku sebelum berusia 8 tahun, diantaranya tentang anatomy dan astronomy. Pada usia 11 tahun Sidis diterima di Universitas Harvard sebagai murid termuda. Harvardpun kemudian terpesona dengan kejeniusannya ketika Sidis memberikan ceramah tentang Jasad Empat Dimensi di depan para professor matematika. Lebih dasyat lagi : Sidis mengerti 200 jenis bahasa di dunia dan bisa menerjamahkannya dengan amat cepat dan mudah. Ia bisa mempelajari sebuah bahasa secara keseluruhan dalam sehari !!!!

Keberhasilan William Sidis adalah keberhasilan sang Ayah, Boris Sidis yang seorang Psikolog handal berdarah Yahudi. Boris sendiri juga seorang lulusan Harvard, murid psikolog ternama William James (Demikian ia kemudian memberi nama pada anaknya) Boris memang menjadikan anaknya sebagai contoh untuk sebuah model pendidikan baru sekaligus menyerang sistem pendidikan konvensional yang dituduhnya telah menjadi biang keladi kejahatan, kriminalitas dan penyakit. Siapa yang sangka William Sidis kemudian meninggal pada usia yang tergolong muda, 46 tahun - sebuah saat dimana semestinya seorang ilmuwan berada dalam masa produktifnya. Sidis meninggal dalam keadaan menganggur, terasing dan amat miskin. Ironis.

Orang kemudian menilai bahwa kehidupan Sidis tidaklah bahagia. Popularitas dan kehebatannya pada bidang matematika membuatnya tersiksa. Beberapa tahun sebelum ia meninggal, Sidis memang sempat mengatakan kepada pers bahwa ia membenci matematika - sesuatu yang selama ini telah melambungkan namanya. Dalam kehidupan sosial, Sidis hanya sedikit memiliki teman. Bahkan ia juga sering diasingkan oleh rekan sekampus. Tidak juga pernah memiliki seorang pacar ataupun istri. Gelar sarjananya tidak pernah selesai, ditinggal begitu saja. Ia kemudian memutuskan hubungan dengan keluarganya, mengembara dalam kerahasiaan, bekerja dengan gaji seadanya, mengasingkan diri. Ia berlari jauh dari kejayaan masa kecilnya yang sebenarnya adalah proyeksi sang ayah. Ia menyadarinya bahwa hidupnya adalah hasil pemolaan orang lain. Namun, kesadaran memang sering datang terlambat.

Mengharukan memang usaha Sidis. Ada keinginan kuat untuk lari dari pengaruh sang Ayah, untuk menjadi diri sendiri. Walau untuk itu Sidis tidak kuasa. Pers dan publik terlanjur menjadikan Sidis sebagai sebuah berita. Kemanapun Sidis bersembunyi, pers pasti bisa mencium. Sidis tidak bisa melepaskan pengaruh sang ayah begitu saja. Sudah terlanjur tertanam sebagai sebuah bom waktu, yang kemudian meledakkan dirinya sendiri.

Akhirnya saya mengajak kembali kepada semua mari kita BERUSAHA dan BERDOA, “Semoga kita menjadi orang bijak pandai dan termasuk dari golongan orang yang beruntung.”